Selasa, 16 Mei 2017
Kenalan Yuk dengan TP!
Apa sih teknologi pendidikan itu? Apakah teknologi pendidikan itu sebuah disiplin ilmu atau sebuah alat yang digunakan dalam pendidikan? Teknologi apa sih yang dimaksud dalam teknologi pendidikan? Memangnya dalam pendidikan ada teknologinya ya? Mungkin itu adalah beberapa pertanyaan yang akan muncul jika seseorang yang baru mendengar kata teknologi pendidikan. Untuk mengenal apa itu teknologi pendidikan, yuk kita simak tulisan dibawah ini!
Teknologi pendidikan merupakan sebuah disiplin ilmu dalam bidang pendidikan. Istilah teknologi yang dimaksud bukan hanya diartikan sebagai suatu alat canggih yang identik dengan komputer karena berdasarkan pengertiannya, teknologi adalah sebagai suatu pengetahuan yang diterapkan oleh manusia untuk mengatasi masalah dalam melaksanakan tugas dengan cara sistematis dan ilmiah (Prawiradilaga, 2014: 16). Sementara itu, pengertian Teknologi secara umum diartikan sebagai proses yang meningkatkan nilai tambah, produk yang digunakan dan atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, serta struktur atau sistem dimana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan. Oleh karena itu, teknologi tidak hanya diartikan sebagai sesuatu yang berwujud seperti peralatan canggih ataupun mesin, namun juga suatu proses atau cara berpikir juga dapat diartikan sebagai teknologi apabila dapat mengatasi masalah dalam melaksanakan tugas sehingga dapat membantu kehidupan manusia.
Bagaimana sejarah adanya teknologi pendidikan? Awal mula adanya teknologi pendidikan adalah bermula dari perkembangan dari berbagai metode pembelajaran yang merupakan tanda lahirnya teknologi pendidikan yang dikenal saat ini. Beberapa pendidik pada masa lampau, yaitu golongan Sofi di Yunani, para ahli pendidikan memandang dan menduga kaum Sufi merupakan kaum teknologi pembelajaran yang pertama. Mereka menyampaikan pelajaran dengan berbagai cara dan teknik. Kemudian, teknologi pendidikan pada awal tahun 1920 dipandang sebagai media. Akar terbentuknya pandangan ini terjadi ketika pertama kali diproduksi media pendidikan pada awal abad dua puluhan. Media ini, sebagai media pembelajaran visual yang berupa film, gambar dan tampilan yang mulai banyak digunakan pada tahun 1920. Pembelajaran visual terfokus pada media yang digunakan untuk menampilkan sebuah pelajaran. Pandangan ini berlanjut sampai 1950. Teknologi pendidikan sebagai disiplin ilmu, pada awalnya berkembang sebagai bidang kajian di Amerika Serikat. Usaha untuk merumuskan Teknologi pendidikan secara terorganisasi dimulai sejak tahun 1960 dan pada tahun tersebut teknologi pendidikan menjadi salah satu kajian yang banyak menjadi perhatian para ahli pendidikan. Pada tahun 1963, teknologi pendidikan digambarkan bukan hanya sebagai sebuah media tetapi sebuah perubahan yang mencerminkan bagaimana lingkungan dan kemajuan zaman dapat menguba sebuah definisi dan praktek dari teknologi pendidikan. Kemudian pada tahun 1970, komisi pengawas teknologi pendididkan yang dibentuk dan dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat menguji permasalahan dan manfaat potensiap yang berhubungan dengan teknologi pendidikan di sekolah-sekolah. Lalu pada tahun 1977, teknologi pendidikan digunakan untuk menganalisa masalah, merancang, melaksanakan, mengelola dan menilai pemecahan masalah dalam segala aspek belajar manusia (Kumeira, 2013).
Teknologi pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu telah beberapa kali dirumuskan bersama oleh para pakar yang tergabung dalam organisasi tertua teknologi pendidikan, yaitu AECT (Association of Educational Communication Technology). AECT adalah sebuah asosiasi profesional dari ribuan pendidik dan kegiatan lain yang diarahkan menuju peningkatan instruksi melalui teknologi. Anggota AECT dapat ditemukan di universitas, di TNI dan industri dalam museum, perpustakaan, dan rumah sakit. Anggota AECT melaksanakan berbagai tanggung jawab dalam studi, perencanaan, aplikasi, dan produksi media komunikasi untuk pengajaran. AECT terdapat kurang lebih 2.000 anggota dan ada 24 negara serta enam afiliasi internasional yang semua bergairah untuk mencari cara dalam membantu orang belajar.Teknologi pendidikan juga telah mengalami beberapa kali perubahan definisi, yaitu definisi tahun 1963, 1972, 1977, 1994, dan yang terbaru adalah definisi tahun 2004 (Prawiradilaga, 2014: 26). Berikut ini adalah definisi-definisi teknologi pendidikan yang telah mengalami perubahan :
• Definisi tahun 1963, teknologi pendidikan adalah teori dan praktik pendidikan yang terutama berkepentingan dengan mendesain, dan menggunakan pesan guna mengendalikan proses belajar.
• Definisi tahun 1972, teknologi pendidikan sebgai bidang garapan yang terlibat dalam penyiapan fasilitas belajar (manusia) melalui penelurusan, pengembangan, organisasi, dan pemanfaatan sistematis seluruh sumber-sumber belajar; dan melalui pengeloaan seruluh proses ini.
• Definisi tahun 1977, teknologi pendidikan adalah sebuah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, perangkat, dan organisasi untuk menganalisis masalah dan merancang melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola solusi untuk masalah tersebut yang melibatkan semua aspek pembelajaran pada manusia.
• Definisi tahun 1994, teknologi pendidikan adalah teori dan praktik dalam mendesain, mengembangkan, memanfaatkan, memanajemen, dan mengevaluasi proses dan sumber untuk pembelajaran.
Definisi tahun 2004, teknologi pendidikan adalah studi dan praktik etis dalam memfasilitasi belajar dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber berbasis teknologi yang sesuai.
Lalu, bagaimanakah teknologi pendidikan yang ada di Indonesia? Perkembangan Teknologi pendidikan di Indonesia sudah ada sejak tahun 1951. Perkembangan teknologi pendidikan di Indonesia dapat dikatakan mengikuti perkembangan yang ada di Amerika (Miarso, 2011: 142). Untuk perkembangan menjadi jurusan, Teknologi pendidikan di Indonesia mulai hadir sejak era pertengahan 1970-an. Kehadirannya ditandai dengan pertumbuhan jurusan teknologi pendidikan baik untuk jenjang S1 maupun di program pascasarjana tidak hanya di universitas eks IKIP, melainkan pada universitas lain, PTN maupun PTS. Pada awal didirikannya jurusan teknologi pendidikan, pustekom mengirimkan beberapa orang tenaga yang disebut kelompok dua puluh untuk mempelajari disiplin ilmu ini ke beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris. Anggota kelompok dua puluh berasal dari IKIP Surabaya, IKIP Semarang, IKIP Yogyakarta, IKIP Jakarta, dan IKIP Bandung. Mereka berangkat ke negara-negara tersebut untuk mengikuti program gelar dan non gelar di beberapa universitas, yang diantaranya Syracuse University, Indiana University, dan University of Southern California sekitar tahun 1977 (Prawiradilaga, 2014: 148)
Jurusan teknologi pendidikan terdapat hampir di semua universitas di Indonesia, berikut adalah daftar universitas yang memiliki jurusan teknologi pendidikan (dilansir dari : https://web.snmptn.ac.id) : Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Makasar, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Palangkaraya, dan Universitas Lambung Mangkurat. Dan di setiap universitas memiliki peminatan yang berbeda-beda pada jurusan teknologi pendidikan. Salah satu contohnya seperti pada Universitas Negeri Jakarta yang memiliki 3 peminatan, yaitu desain pembelajaran, teknologi kinerja, dan media pembelajaran. Adapun di Universitas Pendidikan Indonesia yang memiliki peminatan sebagai guru TIK. Apa saja yang dipelajari dalam teknologi pendidikan? Pada jurusan teknologi pendidikan diantaranya mempelajari tentang desain pembelajaran, teori belajar dan pembelajaran, media pembelajaran, analisis peserta didik, pengembangan sistem instruksional, ilmu komunikasi, desain grafis, animasi, desain web, desain e-learning, kurikulum, evaluasi hasil belajar, fotografi, dan difusi inovasi pendidikan.
Lalu, disebut apakah lulusan teknologi pendidikan? Dan mendapat gelar apa ketika lulus? Lulusan teknologi pendidikan disebut dengan teknolog pendidikan yang merupakan salah satu dari tenaga kependidikan yang hadir untuk mendukung tenaga pendidik. Ketika lulus, gelar seorang lulusan teknologi pendidikan adalah S.Pd. (Sarjana Pendidikan) karena berada dibawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan dan lulusannya menghasilkan tenaga kependidikan.
Prospek kerja bagi lulusan teknologi pendidikan diantaranya, yaitu dapat bekerja di Lembaga Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), Perusahaan E-learning, Pusat Teknologi Telekomunikasi (Pustekom) Kemendikbud, Ahli Media Pembelajaran, Pengembang Sumber Belajar, Pengembang Modul, Pengembang Konten, dan lain-lain.
Langganan:
Komentar (Atom)